kala rembulan tersenyum memberi sebuah harapan untuk bisa menggapainya. Senyuman itu indah dihiasi oleh sinar rembulan yang membuat hati ini tak berhenti untuk bergetar. Menghabiskan malam dalam kelam seakan menjadi indah dengan sebuah ssenyuman dari rembulan. Dia terus memberi harapan seakan aku bisa terbang ke sana dan ingin memeluknya. Sebuah senyuman yang indah yang membuat semuanya berubah. Senyuman sang bulan membuatku terlalu berharap dan berhayal. Dalam khayal dan mimpiku yang berharap berlebihan aku menyadari. Sinar itu sampai ke hatiku, tapi takkan mungkin itu menjadi miliku. Aku sadar aku tak punya sayap untuk bisa terbang menggapainya. Dia, sang rembulan telah bersanding dengan bintang-bintang di angkasa, membuat diri in serasa hina dan tak akan bisa menyamainya. Sang bulan ternyata berharap pada bintang, bintang yang membuat bulan bisa bersinar. Dan akhirnya aku hanya jadi pecundang yang hanya bisa melihat keindahan tanpa bisa menggapainya. Semoga hati ini bisa terbiasa dengan senyuman berbisamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar